Breaking News
Loading...
May 3, 2012

Menikmati Pesona Alam Permandian Eremerasa di Bantaeng

Kolam Permandian Eremerasa

Cahaya matahari meyembul dari balik celah dedaunan pepohonan dan menimbulkan kilauan di atas permukaan air di kolam permandian alam Eremerasa. Cuaca terasa sangat teduh dan sejuk. Di tempat ini meskipun matahari sedang terik, cuaca terasa seolah sedang mendung. Cahaya matahari tidak mampu sepenuhnya menembus daun-daun pepohonan yang lebat dengan dahan-dahan yang rindang yang tumbuh di sekitar kolam.
Sejumlah anak sedang berenang di dalam kolam. Sebagian hanya bermain-main di pinggiran kolam.  Mereka adalah anak-anak usia sekolah yang tinggal di sekitar lokasi permandian alam Eremerasa. Bagi anak-anak sekolah di sini, terutama pada usia SMP hingga SMA, sudah menjadi kebiasaan untuk selalu mampir ke Eremerasa setiap pulang sekolah. Mereka menikmati sejuknya air yang bersumber langsung dari pegunungan sebelum pulang ke rumah.
Permandian alam Eremerasa sebenarnya berbentuk kolam renang dengan ukuran yang cukup besar. Satu buah kolam diperuntukkan untuk pengunjung dewasa dan satu buah lagi diperuntukkan bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang baru belajkar berenang. Tempat ini juga kadang digunakan sebagai tempat perhelatan lomba renang. Di antara kedua kolam terdapat sebuah panggung. Sementara di sekeliling kolam terdapat aliran air di antara bebatuan kecil, yang bersumber dari atas pegunungan. Aliran air ini membentuk sebuah air terjun kecil di tepi kolam.
Kolam Permandian Eremerasa
Permandian alam Eremerasa terletak di desa Kampala, yang jaraknya sekitar 16 kilometer dari ibukota kabupaten Bantaeng. Untuk tiba ke sana, dari kota Bantaeng, pengunjung akan melewati perkampungan di sekitar persawahan. Pemandangan di sepanjang jalan cukup menarik, terutama hamparan sawah luas dengan pegunungan di belakangnya. Pemandangan seperti ini dapat terlihat di kedua sisi jalan menuju desa Kampala. 
Permandian alam Eremerasa cukup populer di  Bantaeng, bahkan hingga ke daerah lain. Tempatnya yang cukup sejuk dan unik membuat Eremerasa selalu menjadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi, terutama pada hari libur. Eremerasa terletak di sebuah pertengahan lembah yang sempit, dan diapit oleh perbukitan. Di sekelilingnya adalah popohonan dengan umur yang sudah cukup tua. Di sekitar tempat ini pepohonan dapat tumbuh dengan cukup subur, terutama kopi, manggis, rambutan dan durian yang juga menjadi buah khas dari daerah ini.
Pepohonan di sekitar kolam tumbuh menjulang tinggi dengan batang yang sangat besar dan rindang, sehingga tempat ini selalu terasa sejuk. Untuk tiba ke tepi kolam pengunjung harus melewati anakan tangga yang berundak-undak dari pintu masuk ke permandian hingga ke pinggir kolam. Dari atas anak tangga, kita dapat menyaksikan sepasang kolam berair jernih di bawah sana dan mendengar suara gemericik air yang mengaliri sungai di sekitar kolam.
Marwati, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi permandian mengatakan permandian ini tidak hanya ramai dikunjungi bagi orang-orang yang ingin berwisata, melainkan juga bagi mereka yang ingin menjalani latihan renang. “Kadang anak-anak sekolah yang sedang latihan atau pun dari TNI juga latihan di sini pada hari libur,” kata dia.
Namun pada hari-hari biasa di luar hari libur, biasanya tempat ini hanya diramaikan oleh anak-anak sekolah yang sekedar ingin bersenang-senang, atau para tamu dari luar kota Bantaeng yang ingin turut menikmati kesejukan tempat ini. Menurut Marwati, sudah menjadi kebiasaan bagi para tamu yang berkunjung ke Bantaeng untuk selalu menyempatkan diri mengunjugi permandian alam Eremerasa.
Para pengunjung yang datang ke sini bukan hanya dari orang-orang penduduk Bantaeng sendiri, melainkan juga dari daerah lainnya. Permandian alam Eremerasa cukup terkenal karena lokasinya yang cukup unik. Eremerasa telah menjadi salah satu magnet yang dapat menarik orang-orang untuk datang berkunjung ke kabupaten Bantaeng.
Penjual Pisang Goreng di Eremerasa
Satu hal lagi yang menarik dan cukup unik di Eremerasa adalah makanan khasnya yang selalu membuat orang-orang rindu untuk kembali berkunjung ke sini yakni pisang goreng. Di sepanjang tepi kolam permandian, berderet warung-warung kecil yang menyediakan pisang goreng empuk dengan sambal gurih. Harganya pun cukup murah, sepiring hanya Rp 5 ribu. Semua pengunjung yang datang, tak ada yang ketinggalan mencicipi pisang goreng di tempat ini sebelum menceburkan diri ke dalam kolam. Biasanya pengunjung menikmati pisang goreng di tempat ini dengan secangkir kopi atau teh.
Para penjual pisang goreng di Eremerasa rata-rata telah menjalani profesi ini sejak lama, bahkan ada yang sudah sejak ketika permandian alam ini mulai dibuka. Salah seorang penjual pisang goreng Jumani (45 tahun) mengungkapkan jika pekerjaan ini telah menghidupi keluarganya selama 19 tahun lamanya. “Dari menjual pisang goreng di sini saya bisa mendapatkan biaya tambahan untuk membiayai anak-anak saya sekolah,” katanya.
Sehari-hari, Jumani mengatakan ia memperoleh keuntungan yang  lumayan. Meskipun tidak seberapa, namun cukup untuk membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pada hari-hari biasa, Jumani bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 50 ribu dari menjual pisang goreng di lokasi permandian. Namun pada hari libur ketika pengunjung sangat padat yakni sabtu dan minggu, ia bisa memperoleh keuntungan antara Rp 100-Rp 150 ribu.
Dia menambahkan, permandian ala mini bahkan jauh lebih ramai menjelang hari-hari besar, misalnya jelang bulan Ramadan atau setelah hari raya keagamaan. Pada saat-saat seperti ini pedagang di Eremerasa bisa meraup keuntungan yang berlipat dibandingkan pada hari-hari biasa.
Bagi Jumani, kehadiran permandian ini telah menjadi sebuah anugerah tersendiri baginya karena bisa menjadi tempatnya mencari nafkah. Bukan hanya bagi dia, melainkan bagi teman-teman seprofesinya yang juga telah memanfaatkan permandian ini sebagai tempat mencari nafkah.
Bagi oramg-orang yang menyukai panorama alam, permandian alam Eremerasa bisa menjadi salah satu target kunjungan wisata pada akhir pekan. Menikmati sejuknya alam, dinginnya air pegunungan di dalam kolam dan tentunya sepiring pisang goreng yang masih panas.

Disqus Shortname

Comments system

Back To Top