Menikmati Pesona Alam Permandian Eremerasa di Bantaeng
Cahaya
matahari meyembul dari balik celah dedaunan pepohonan dan menimbulkan kilauan
di atas permukaan air di kolam permandian alam Eremerasa. Cuaca terasa sangat teduh
dan sejuk. Di tempat ini meskipun matahari sedang terik, cuaca terasa seolah
sedang mendung. Cahaya matahari tidak mampu sepenuhnya menembus daun-daun
pepohonan yang lebat dengan dahan-dahan yang rindang yang tumbuh di sekitar
kolam.
Sejumlah
anak sedang berenang di dalam kolam. Sebagian hanya bermain-main di pinggiran
kolam. Mereka adalah anak-anak usia
sekolah yang tinggal di sekitar lokasi permandian alam Eremerasa. Bagi
anak-anak sekolah di sini, terutama pada usia SMP hingga SMA, sudah menjadi
kebiasaan untuk selalu mampir ke Eremerasa setiap pulang sekolah. Mereka menikmati
sejuknya air yang bersumber langsung dari pegunungan sebelum pulang ke rumah.
Permandian
alam Eremerasa sebenarnya berbentuk kolam renang dengan ukuran yang cukup
besar. Satu buah kolam diperuntukkan untuk pengunjung dewasa dan satu buah lagi
diperuntukkan bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang baru belajkar berenang.
Tempat ini juga kadang digunakan sebagai tempat perhelatan lomba renang. Di
antara kedua kolam terdapat sebuah panggung. Sementara di sekeliling kolam terdapat
aliran air di antara bebatuan kecil, yang bersumber dari atas pegunungan.
Aliran air ini membentuk sebuah air terjun kecil di tepi kolam.
![]() |
| Kolam Permandian Eremerasa |
Permandian
alam Eremerasa terletak di desa Kampala, yang jaraknya sekitar 16 kilometer
dari ibukota kabupaten Bantaeng. Untuk tiba ke sana, dari kota Bantaeng,
pengunjung akan melewati perkampungan di sekitar persawahan. Pemandangan di
sepanjang jalan cukup menarik, terutama hamparan sawah luas dengan pegunungan
di belakangnya. Pemandangan seperti ini dapat terlihat di kedua sisi jalan
menuju desa Kampala.
Permandian
alam Eremerasa cukup populer di Bantaeng, bahkan hingga ke daerah lain.
Tempatnya yang cukup sejuk dan unik membuat Eremerasa selalu menjadi tempat
yang menyenangkan untuk dikunjungi, terutama pada hari libur. Eremerasa
terletak di sebuah pertengahan lembah yang sempit, dan diapit oleh perbukitan. Di
sekelilingnya adalah popohonan dengan umur yang sudah cukup tua. Di sekitar
tempat ini pepohonan dapat tumbuh dengan cukup subur, terutama kopi, manggis,
rambutan dan durian yang juga menjadi buah khas dari daerah ini.
Pepohonan
di sekitar kolam tumbuh menjulang tinggi dengan batang yang sangat besar dan
rindang, sehingga tempat ini selalu terasa sejuk. Untuk tiba ke tepi kolam
pengunjung harus melewati anakan tangga yang berundak-undak dari pintu masuk ke
permandian hingga ke pinggir kolam. Dari atas anak tangga, kita dapat
menyaksikan sepasang kolam berair jernih di bawah sana dan mendengar suara
gemericik air yang mengaliri sungai di sekitar kolam.
Marwati,
salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi permandian mengatakan
permandian ini tidak hanya ramai dikunjungi bagi orang-orang yang ingin
berwisata, melainkan juga bagi mereka yang ingin menjalani latihan renang. “Kadang
anak-anak sekolah yang sedang latihan atau pun dari TNI juga latihan di sini
pada hari libur,” kata dia.
Namun
pada hari-hari biasa di luar hari libur, biasanya tempat ini hanya diramaikan
oleh anak-anak sekolah yang sekedar ingin bersenang-senang, atau para tamu dari
luar kota Bantaeng yang ingin turut menikmati kesejukan tempat ini. Menurut
Marwati, sudah menjadi kebiasaan bagi para tamu yang berkunjung ke Bantaeng
untuk selalu menyempatkan diri mengunjugi permandian alam Eremerasa.
Para
pengunjung yang datang ke sini bukan hanya dari orang-orang penduduk Bantaeng
sendiri, melainkan juga dari daerah lainnya. Permandian alam Eremerasa cukup
terkenal karena lokasinya yang cukup unik. Eremerasa telah menjadi salah satu
magnet yang dapat menarik orang-orang untuk datang berkunjung ke kabupaten
Bantaeng.
![]() |
| Penjual Pisang Goreng di Eremerasa |
Satu hal lagi yang menarik dan cukup unik di Eremerasa
adalah makanan khasnya yang selalu membuat orang-orang rindu untuk kembali
berkunjung ke sini yakni pisang goreng. Di sepanjang tepi kolam permandian,
berderet warung-warung kecil yang menyediakan pisang goreng empuk dengan sambal
gurih. Harganya pun cukup murah, sepiring hanya Rp 5 ribu. Semua pengunjung
yang datang, tak ada yang ketinggalan mencicipi pisang goreng di tempat ini
sebelum menceburkan diri ke dalam kolam. Biasanya pengunjung menikmati pisang
goreng di tempat ini dengan secangkir kopi atau teh.
Para
penjual pisang goreng di Eremerasa rata-rata telah menjalani profesi ini sejak
lama, bahkan ada yang sudah sejak ketika permandian alam ini mulai dibuka.
Salah seorang penjual pisang goreng Jumani (45 tahun) mengungkapkan jika
pekerjaan ini telah menghidupi keluarganya selama 19 tahun lamanya. “Dari
menjual pisang goreng di sini saya bisa mendapatkan biaya tambahan untuk membiayai
anak-anak saya sekolah,” katanya.
Sehari-hari,
Jumani mengatakan ia memperoleh keuntungan yang lumayan. Meskipun tidak seberapa, namun cukup
untuk membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pada hari-hari biasa, Jumani
bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 50 ribu dari menjual pisang goreng di lokasi
permandian. Namun pada hari libur ketika pengunjung sangat padat yakni sabtu
dan minggu, ia bisa memperoleh keuntungan antara Rp 100-Rp 150 ribu.
Dia
menambahkan, permandian ala mini bahkan jauh lebih ramai menjelang hari-hari
besar, misalnya jelang bulan Ramadan atau setelah hari raya keagamaan. Pada
saat-saat seperti ini pedagang di Eremerasa bisa meraup keuntungan yang
berlipat dibandingkan pada hari-hari biasa.
Bagi
Jumani, kehadiran permandian ini telah menjadi sebuah anugerah tersendiri
baginya karena bisa menjadi tempatnya mencari nafkah. Bukan hanya bagi dia,
melainkan bagi teman-teman seprofesinya yang juga telah memanfaatkan permandian
ini sebagai tempat mencari nafkah.
Bagi oramg-orang yang menyukai panorama alam,
permandian alam Eremerasa bisa menjadi salah satu target kunjungan wisata pada
akhir pekan. Menikmati sejuknya alam, dinginnya air pegunungan di dalam kolam
dan tentunya sepiring pisang goreng yang masih panas.


