Eksotisme Pantai Tanjung Bira
![]() |
| Tanjung Bira Beach (Photographed by Ahmad Yani Hasti) |
Salah satu tempat yang biasa dicari
orang untuk melepas penat atau refreshing adalah pantai. Kalau di
Indonesia sendiri, saya pikir tidak ada pantai yang melebihi popularitas pantai
yang ada di Pulau Bali. Mulai dari Sanur, Kuta, Legian, Nusa Dua dll. Ya, kita
semua tahu Bali bukan hanya terkenal di dalam negeri, tapi sampai ke
Mancanegara.
Tak heran, Bali tak pernah sepi dari
kunjungan wisatawan, lokal maupun asing. Tapi tahukah Anda, ada sebuah pantai
yang keindahannya tak kalah dengan pantai yang ada di Bali? Namanya Pantai Tanjung
Bira, terletak di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Bahkan ada yang
bilang, pantai ini jauh lebih indah daripada semua pantai yang ada di Bali.
Kata orang-orang yang pernah berkunjung ke
sana, Pantai Tanjung Bira keindahannya bagai surga. Pantai ini terletak
di bawah tebing. Dari atas daratan Anda tidak bisa langsung melihatnya. Ketika
Anda menuruni tangga batu dan mendengar suara hempasan ombak, barulah Anda akan
sadar, kalau Anda sedang berada di sekitar pantai. Dan ketika Anda sudah
berdiri di sana, menikmati hembusan angin laut, memandang ombak yang
bergulung-gulung menerjang karang di tepi pantai, Anda akan terkesima dengan
sajian keindahan yang ada di hadapan Anda (Trust me! Saya ngga bohong).| Pemandangan di salah satu sisi pantai (Photographed by Ahmad Yani Hasti) |
Pasirnya menghampar putih, halus dan
lembut bagaikan salju (ada yang bilang seperti tepung terigu). Airnya biru dan
sangat jernih, sehingga Anda bisa melihat ikan-ikan kecil berenang, Patrick
(bintang laut), dan bulu babi—yang jika Anda tidak hati-hati bisa saja
tertusuk. Squidward dan Mr. Crab juga kadang muncul sekali-kali.
Kalau hari sedang cerah, Anda bisa menikmati keindahan plus-plus. Gumpalan awan
yang berarak di atas langit, memberikan warna kontras dengan hamparan pasir
putih dan air laut yang biru jernih. Selain itu, Pantai Tanjung Bira sangat
bersih. Tak ada sampah berserakan, meski di pinggirannya banyak pedagang
makanan. Para pedagang sadar betul akan pentingnya kebersihan.
Pemandangan indah lainnya yang bisa
Anda saksikan di pantai ini adalah: sekumpulan ‘bikini’ yang berbaring di bawah
terik matahari di pinggir pantai. Jika sedang ‘mujur’, Anda juga bisa
menyaksikan bule perempuan ganti baju di pantai tanpa perlindungan (hihihi).
| Dua orang turis asing di Pantai Tanjung Bira (Photographed by Ahmad Yani Hasti) |
Tapi, ini sangat jarang terjadi.
Turis asing biasanya memilih berjemur saat pantai sedang tidak terlalu ramai,
alias bukan hari Minggu. Turis yang sadar betul akan budaya kesopanan di
Indonesia biasanya lebih memilih berendam di dalam air. Ketika naik ke pantai,
mereka menutupi tubuh dengan sarung pantai. Tapi yang cuek-cuek saja bahkan
berlari-lari di tepi pantai dengan hanya berbikini. Ada juga turis yang
berenang seperti ikan lumba-lumba. (Ada teman saya yang lebih suka menikmati
pemandangan seperti ini ketimbang menikmati keindahan pantainya).
Beberapa
hari yang lalu, saya dan teman-teman berkunjung ke sana. Kami menempati
penginapan di atas tebing, yang terasnya menghadap langsung ke laut. Dari atas,
kami bisa menikmati pemandangan laut yang indah. Ada sebuah tangga jika kami
ingin ke bawah dan berenang. Laut yang berada di bawah seolah kolam renang.
Tidak terlalu dalam dan sangat jernih. Hanya saja, ombaknya lumayan ganas. Bagi
yang tidak bisa berenang mesti hati-hati jika tak ingin terseret ke tengah laut
atau terhempas ke dinding batu di tepi.
Sayang sekali, nama pantai ini
mungkin belum terlalu akrab di telinga orang-orang di luar Sulawesi Selatan. Setidaknya,
tidak sefamiliar dengan nama pantai-pantai yang ada di Bali. Kalau iya, saya
yakin wisatawan-wisatawan penikmat keindahan laut akan memilih berkunjung ke
sini ketimbang Bali. Oya, dari Pantai Tanjung Bira Anda bisa menyewa perahu dan
menyeberang ke Pulau Kambing, sebuah pulau kecil yang jaraknya hanya beberapa
ratus meter dari pantai ini.
Pulau Kambing juga terkenal dengan
keindahannya. Di sana Anda bisa diving dan bersnorkeling ria.
Saya tidak tahu kenapa pulau ini diberi nama mirip dengan nama hewan bertanduk
dan bau itu. Mungkin di sana banyak kambing, entahlah. Saya berharap, tulisan
ini membuat Anda tertarik untuk berkunjung. Bagi yang mengaku
pencinta pantai, saya tidak percaya sebelum Anda berkunjung ke Tanjung Bira.
